Home/Opinion/Aksi Peternak Rakyat Se-Indonesia Meminta Presiden Turun Tangan

Aksi Peternak Rakyat Se-Indonesia Meminta Presiden Turun Tangan

Selasa, 5 Maret 2019, ratusan peternak rakyat se-Indonesia yang memproduksi ayam hidup menggelar aksi massa di depan Istana Merdeka. Puluhan bus dan mobil berdatangan dari berbagai wilayah seperti Sumatera Selatan, Jawa Timur hingga Kalimantan.

Permasalahan yang dikemukakan oleh segenap peternak yang terhimpun di berbagai organisasi seperti PINSAR INDONESIA, GOPAN, PPUN & PATAKA yakni harga ayam hidup di bawah dari Harga Pokok Produksi (HPP). Kondisi tersebut semakin parah karena item-item produksi seperti pakan, DOC (Day Old Chicken) atau bibit ayam yang baru berumur hari, hingga obat-obatan yang dibutuhkan oleh ayam.

Kondisi yang telah berlangsung selama 6 bulan sejak Oktober 2018 ini mengakibatkan kerugian di angka 2 Triliun Rupiah dengan nilai kerugian Rp. 3000 per ekor dan perkiraan produksi ayam tiap pekan yang mencapai 18 juta ekor. Kerugian dan kesulitan yang menjerat para peternak rakyat menyebabkan fenomena gulung tikar juga mulai muncul di berbagai wilayah. Misal untuk peternak yang berhimpun di bawah PPUN Bogor merosot dari angka 135 ke 27 orang.

Lokataru Foundation berpendapat hak para peternak akan persaingan usaha yang sehat dan berkeadilan sangat terganggu dengan kondisi-kondisi di atas. Ketimpangan kondisi para peternak rakyat dan pabrikan besar semakin melebar bahkan merebut pasar tradisional yang selama ini menjadi ruang transaksi utama bagi para peternak rakyat.

Founder Lokataru Foundation, Haris Azhar berorasi “Negara tidak mau mendengar bagaimana para peternak harus gulung tikar. Mereka menguntungkan perusahaan besar yang menguasai semua sektor-sektor produksi mulai dari bibit, pakan hingga obat-obatan yang seharusnya jadi pekerjaan rekan-rekan.”setelah berkali-kali saling menyemangati diri dengan “Hidup peternak rakyat!”.

Di ujung aksi perwakilan massa bergerak ke Kementerian Sekretariat Negara untuk menyerahkan surat dan tuntutan massa aksi. Setidaknya ada 4 tuntutan yang dilayangkan kepada Presiden Joko Widodo untuk turun tangan mengatasi permasalahan ini. Tuntutan yang disampaikan ialah keadilan dalam berusaha serta perlindungan bagi para peternak, tunutan dikeluarkannya regulasi untuk mengembalikan hak budidaya ternak kepada peternak rakyat, permintaan untuk Presiden segera menurunkan harga item kebutuhan produksi dan pengendalian pasokan DOC.

Untuk info lebih lanjut bisa hubungi Sugeng Wahyudi (0812 1929 0636)

Materi dan tuntutan aksi bisa dilihat di: link

2019-03-05T19:54:23+00:00