Bogor, Lokataru – Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar yang giat melakukan pembelaan terhadap Hak Asasi Manusia, meraih apresiasi penghargaan “Karma Yogi Award” dalam bidang kerja bagi kemanusian dan masyarakat dari Anand Ashram Foundation, Minggu (1/9) lalu. Penghargaan tersebut diraih lantaran Haris dinilai secara mandiri konsisten melayani kemanusiaan dan masyarakat.

Penghargaan itu, diberikan langsung dalam acara Sarasehan Warga Bumi “Budaya Nusantara: Kesatuan di Balik Perbedaan” oleh Tokoh Spiritual Humanis Indonesia sekaligus Creator of the Award Anand Krishna.

Dikutip dari akun Facebook bernama Ellen Kristi, dalam sambutannya Haris Azhar menekankan untuk tidak menjadikan penghargaan seperti ini sebagai tujuan, melainkan mengutamakan sebuah proses. “Seperti pintu itu datang dari lembaran kayu, dan lembaran kayu asalnya dari pohon, apa yang ada sekarang adalah proses,” ungkap Haris ketika menerima penghargaan Karma Yogi Award di Ciawi, Bogor.

Bertepatan dengan Perayaan Hari Bhakti Ibu Pertiwi yang ke-15, Anand Ashram Foundation beserta seluruh sayapnya menyelenggarakan acara Sarasehan Warga Bumi “Budaya Nusantara: Kesatuan di Balik Perbedaan”.

Selain itu, Haris juga meminta agar warga turut berperan dalam mengisi dan memperbanyak ruang publik. “Saya ini bukan apa-apa. Yang harus jadi aktornya adalah kita semua, warga. Bagaimana warga bisa bertemu dengan identitas berbeda, cara pandang berbeda, kepentingan berbeda. Kita perlu memperbanyak ruang publik yang bisa menjadi titik temu berbagai identitas”

“Saat ini, di sini, kita merasa senang. Tapi jangan lupa bahwa di sana masih ada manusia lain yang dibilang monyet. Masih ada orang-orang yang bikin kain tenun ini dengan pewarna alam dari hutan yang hutannya sedang di babat. Semua karena nafsu, karena keserakahan, berangkatnya dari manusia. Mari kita keluar dan kita lawan kemanusiaan yang buruk dengan kemanusiaan yang baik dalam diri kita,” pungkas Haris.

Secara konsisten, Anand Ashram Foundation berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selalu memperingati Hari Bhakti bagi Ibu Pertiwi sejak dicanangkan oleh Menteri Pertahanan Dr. Juwono Sudarsono pada tanggal 1 September 2005.