update day ke 8 dikementerian ketenagakerjaan (3)

(Jakarta, Rabu 8 Agustus 2018) hari ke 8.
Pada pukul 11.30 WIB perwakilan karyawan korban PHK & Furlogh PT Freeport Indonesia memutuskan untuk berjalan kaki dari wisma Yakoma PGI kawasan Cempaka Putih Jakarta Pusat menuju Kantor Kemnaker Pusat Kuningan Jakarta Selatan untuk kembali menggelar unjuk rasa.

Mote bordan selaku koordinator massa menyatakan bahwa keputusan untuk long march lantaran komitmen pemberian fasilitas transportasi yang disepakati antara Karyawan korban PHK & Furlogh PT Freeport Indonesia dengan Kemnaker dan Kepolisian tidak dijalankan.

” Komitmen tadi malam terkait pemberian transportasi oleh Kemnaker pada jam 9.00 pagi ini tidak dijalankan sampai pukul 11.30 ini, yang jelas aksi tetap harus dijalankan campaign kita bertemu dengan menteri Hanif “, ungkap Mote.

Karyawan korban PHK & Furlogh PTFI tetap akan melanjutkan aksi yang sudah mereka gelar pada hari Selasa pada 7 Agustus 2018, mereka tetap meminta audiensi secara langsung dengan menteri Hanif Dhakiri.

Lucky Ramadhan Karyawan divisi main maintenance PT FI juga menegaskan bahwa mereka datang ke Kantor Kemetrian Tenaga Kerja untuk memjnta kepada menteri secara langsung untuk menegakkan aturan UU 13 / 2003 yang tidak dijalankan oleh PT Freeport Indonesia.

” Tuntutan saya dan kawan-kawan jelas kami menolak PHK sepihak dan Furlough, kami meminta Menteri turun tangan membantu persoalan kami”, kata Lucky.

Masing-masing dari peserta aksi juga membawa kartu nama sebagai penegasan bahwa mereka merupakan Karyawan PT Freeport Indonesia.

Setelah melakukan long march sejauh kurang lebih 18 Km dari Wisma Yakoma Cempaka Putih, Massa aksi tiba di Kantor Pusat Kemnaker Pukul 16.30 WIB, setiba di lokasi massa langsung menggelar berbagai atribut seperti nisan, keranda dan spanduk-spanduk yang bertuliskan tentang persoalan mereka tepat di depan pintu gerbang Kantor Kemnaker RI. Beberapa spanduk bertuliskan menuntut keadilan sampai penolakan PHK pun dibentangkan dalam bentuk dan huruf cetakan yang besar.

John Yawang salah seorang peserta aksi menegaskan bahwa massa akan menginap di Kantor Kemnaker sampai menteri Hanif menemui mereka secara langsung.

2018-08-08T18:31:23+00:00