Banyak dari masyarakat dan pembuat kebijakan yang belum sadar akan pentingnya hak berserikat. Sebab itu, persoalan pemberangusan serikat dianggap tidak sepenting persoalan upah dan hak dasar buruh lainnya. Ditambah lagi, stigma negatif pelaku bisnis terhadap keberadaan serikat buruh masih mendominasi pola pikir sehingga menghambat pertumbuhan hubungan yang saling menguntungkan antara pengusaha dan serikat buruh. Bagi buruh, serikat merupakan alat penting untuk memperjuangkan hak-hak dasar. Sebab pengusaha dan pembuat kebijakan dinilai tidak akan begitu saja memberikan hak-hak tersebut tanpa adanya tindakan dan desakan kolektif yang dilakukan oleh buruh melalui serikat buruh. 

Dengan berserikat, buruh dapat bernegosiasi dengan pengusaha dan pembuat kebijakan dalam penyusunan setiap aturan terkait pekerja/buruh, sehingga aturan yang dibuat tidak merugikan buruh. Buruh kemudian juga dapat turut mengontrol implementasi aturan/kebijakan tersebut. Selain itu, kebebasan berserikat juga merupakan tolak ukur apakah sebuah negara masih dapat disebut demokratis dan pedoman bagi kita untuk menakar upaya-upaya pengkerdilan ruang kebebasan sipil. 

Selengkapnya download link berikut.