Sebagai pengakuan terhadap prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) dan refleksi atas nilai-nilai yang dibawanya, tanggal 10 Desember – lahirnya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) –  diperingati setiap tahunnya sebagai Hari HAM Sedunia. Tak terkecuali di Indonesia. Pada momentum 71 tahun DUHAM ini, sejumlah elemen masyarakat sipil turut memaknainya dengan menggelar aksi di sejumlah kota. Dalam peringatan tahun ini, mereka  mendesak adanya jaminan, perlindungan dan pemenuhan hak–hak sipil politik, khususnya berkaitan dengan ruang kebebasan sipil, serta penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu yang masih terbengkalai prosesnya hingga hari ini. 

Namun ironisnya, berbanding terbalik dengan semangat hari HAM, hasil pemantauan Lokataru Foundation justru mencatat adanya dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia terhadap para peserta aksi peringatan hari HAM di Papua, Semarang dan Jakarta. Kenyataan pahit inilah yang mendasari judul laporan singkat ini; pelanggaran HAM yang dilakukan di hari HAM.

Artikel selengkapnya bisa download dilink berikut: