SIARAN PERS
Jakarta, 19 Agustus 2025—Lokataru Foundation resmi melayangkan somasi kepada CNN Indonesia TV terkait penayangan program Inside Politics with Diana Valencia episode “Menteri Yandri Klarifikasi Kontroversi” pada 5 Agustus 2025. Somasi ini menegaskan perlunya CNN Indonesia TV membuka secara jujur dan transparan alasan redaksional serta konsep di balik penayangan program tersebut, yang dinilai menyimpang dari prinsip dasar jurnalisme.
Direktur Eksekutif Lokataru, Delpedro Marhaen, menjelaskan bahwa dirinya awalnya diundang menjadi narasumber dengan tema yang disampaikan produser: “Tantangan Kemendes Sukseskan Program Prabowo & Polemik Politik”. Namun, tanpa penjelasan memadai, acara itu kemudian ditayangkan dengan judul berbeda: “Menteri Yandri Klarifikasi Kontroversi”. Perubahan ini tidak pernah diinformasikan sebelumnya dan justru memberi kesan bahwa program diposisikan sebagai forum pembelaan sepihak.
Delpedro menegaskan bahwa penolakan Lokataru untuk hadir dalam acara tersebut didasarkan pada alasan substantif, yakni adanya indikasi kuat bahwa program itu dapat menjadi sarana whitewashing terhadap dugaan cawe-cawe Menteri Yandri Susanto dalam Pilkada Kabupaten Serang yang telah disebut dalam putusan Mahkamah Konstitusi RI. Namun, penolakan itu kemudian disiarkan CNN Indonesia TV hanya sebagai “tidak setuju dengan judul”, seolah-olah semata karena perbedaan persepsi semantik, tanpa menjelaskan substansi sebenarnya.
“Kami menilai tindakan ini mengaburkan fakta dan menyesatkan publik. CNN Indonesia TV seharusnya jujur kepada audiens mengenai konteks penuh, bukan menyederhanakan secara sepihak,” ujar Delpedro.
Lokataru melalui somasi ini menagih transparansi penuh dari CNN Indonesia TV. CNN harus menjelaskan secara terbuka konsep dan struktur acara, panduan wawancara, susunan narasumber, serta alasan redaksional mengapa acara tersebut dikemas sebagai “klarifikasi”. Tanpa keterbukaan, publik berhak curiga bahwa program tersebut lebih berfungsi sebagai legitimasi politik seorang pejabat daripada sebagai forum jurnalisme independen.
Lokataru memberi waktu dua hari kerja bagi CNN Indonesia TV untuk menyampaikan secara publik langkah-langkah korektif yang akan ditempuh. Jika tidak ada itikad baik, Lokataru siap membawa perkara ini ke Dewan Pers, menempuh jalur hukum sesuai ketentuan Undang-Undang Pers dan Penyiaran, serta melakukan edukasi publik agar masyarakat mengetahui praktik jurnalisme partisan yang mengikis demokrasi.
“Inti dari somasi ini adalah menuntut transparansi. CNN Indonesia TV tidak boleh menyembunyikan agenda redaksional di balik kata klarifikasi. Media punya kewajiban moral dan hukum untuk jujur kepada publik, bukan menjadi alat kekuasaan. Kami mendesak CNN segera membuka diri secara terang benderang, agar kepercayaan publik terhadap jurnalisme tetap terjaga,” tegas Delpedro.